MATRIK, MACAM-MACAM MATRIK DAN OPERASI MATRIK
MATRIK, MACAM-MACAM MATRIK DAN OPERASI MATRIK
A. Pengertian Matriks




B. Jenis-jenis Matriks











C. Kesamaan Dua Matriks

adalah sebagai berikut





D. Operasi pada Matriks
- Penjumlahan
- Perkalian dengan skalar
- Pengurangan


(a). A + B
(b). 2A - 3B
(c). 2At + Bt
(a)

(b)

(c)

E. Perkalian Matriks

- Jika matriks A berukuran m x p dan matriks B berukuran p x n, maka hasil kali matriks A dan B yang dinyatakan dengan AB adalah suatu matriks C yang berukuran mxn dimana cij adalah perkalian baris ke-i matriks A dengan kolom ke-j matriks B
- Perkalian matriks AB hanya didefinisikan untuk kasus banyaknya kolom matris A sama dengan banyaknya baris matriks B, diluar ketentuan ini, AB tidak didefinisikan






F. Sifat Penjumlahan dan Perkalian Matriks
- Sifat komutatif terhadap penjumahan adalah : A + B = B + A
- Sifat assosiatif terhadap penjumlahan adalah : (A + B) + C = A + ( B + C)
- Sifat matriks nol adalah : A + 0 = A
- Sifat lawan matriks adalah : A + (-A) = 0
- Sifat asoasiatif terhadap perkalian adalah : (AB) C = A (BC)
- Sifat distributif kiri adalah : A(B + C) = AB + AC
- Sifat distributif kanan adalah : (A+B) C = AC + BC
- Sifat perkalian dengan konstanta adalah : k(AB) = (kA)B = A (kB) , dimana k konstanta real
- Sifat perkalian dengan matriks satuan adalah : AI = IA = A
. Dari dua buah matriks yang diberikan di bawah ini
![]()
Tentukan 2A + B
Jawaban :
Mengalikan matriks dengan sebuah bilangan kemudian dilanjutkan dengan penjumlahan:

2. Diketahui matriks A dan B seperti di bawah ini. Jika determinan matriks A = -8, maka determinan matriks B adalah…

A. 96
B. -96
C. -64
D. 48
E. -48
Jawaban : A
Pembahasan :
Determinan A

det A = (aei + bfg + cdh) – (ceg + afh + bdi) = -8
Determinan B

→ det B = (-12aei + (-12bfg) + (-12cdh)) – (-12ceg + (-12afh) + (-12bdi))
→ det B = -12 {(aei + bfg + cdh) – (ceg + afh + bdi)}
→ det B = -12 det A
→ det B = -12 (-8)
→ det B = 96
3. Nilai z yang memenuhi persamaan di bawah ini adalah…

A. 2
B. -2
C. 4
D. 3
E. -3
Jawaban : B
Pembahasan :
→ 2z2 – (-6) = 8 – (-z(z-1))
→ 2z2 + 6 = 8 – (-z2 + z)
→ 2z2 + 6 = 8 + z2 – z
→ z2 + z – 2 = 0
→ (z + 2)(z – 1) = 0
→ z = -2 atau z = 1
4. Hubungan dua matriks seperti di bawah ini. Nilai a yang memenuhi persamaan tersebut adalah…

A. 8
B. 24
C. 64
D. 81
E. 92
Jawaban : C
Pembahasan :
2 8log a – 4a = 4a – (- 2log 6 . 6log 16)
ingat kembali sifat logaritma :
alog b . blog c = alog c
⇒ 2 8log a = 2log 16 = 4
⇒ 8log a = 2
⇒ a = 82
⇒ a = 64
5. Dua buah matriks A dan B masing-masing berturut-turut sebagai berikut:
![]()
Jawaban :

6. Diketahui
Tentukan a + b + c!
A. 8
B. 10
C. 12
D. 14
E. 16
Jawaban : D
Pembahasan :
a = 2 ⇒ b = 2a = 4 ⇒ c = ab = 8
a + b + c = 14
7. Tentukan nilai a + b + x + y dari matriks-matriks berikut ini!
![]()
Diketahui bahwa P = Q adalah. . .
A. 12
B. 14
C. 16
D. 18
E. 20
Jawaban : C
Pembahasan :
Kesamaan dua buah matriks, terlihat bahwa
![]()
3a = 9 → a = 3
2b = 10 → b = 5
2x = 12 → x = 6
y = 6
y = 2
Sehingga:
a + b + x + y = 3 + 5 + 6 + 2 = 16
8. Diketahui matriks :

Jika matriks A.B = A+C, maka nilai x+y adalah . . .
A. 2
B. 4
C. 5
D. 6
E. 8
Jawaban : D
Pembahasan :

9. Tentukan determinan dari matriks A berikut ini
A. 10
B. 11
C. 12
D. 13
E. 14
Jawaban : D
Pembahasan :
Menentukan determinan matriks ordo 2 x 2
det A = |A| = ad − bc = (5)(2) − (1)(−3) = 10 + 3 = 13
10. Diberikan sebuah matriks
![]()
Tentukan invers dari matriks P
Jawaban :
Tentukan invers dari matriks P
11. Tentukan tranpose dari matriks A berikut ini

Jawaban :
Transpose sebuah matriks diperoleh dengan mengubah posisi baris menjadi kolom seperti contoh berikut:

12. Diketahui persamaan matriks
![]()
Nilai a + b + c + d =….
A. − 7
B. − 5
C. 1
D. 3
E. 7
Jawaban : D
Pembahasan
Jumlahkan dua matriks pada ruas kiri, sementara kalikan dua matriks pada ruas kanan, terakhir gunakan kesamaan antara dua buah matriks untuk mendapatkan nilai yang diminta.

2 + a = −3
a = − 5
4 + b = 1
b = − 3
d − 1 = 4
d = 5
c − 3 = 3
c = 6
Sehingga
a + b + c + d = −5 − 3 + 6 + 5 = 3
13. Diketahui matriks

Apabila B − A = Ct = transpos matriks C, maka nilai x .y =….
A. 10
B. 15
C. 20
D. 25
E. 30
Jawaban :
Transpos C diperoleh dengan mengubah posisi baris ke kolom, B − A adalah pengurangan matriks B oleh A

Akhirnya, dari kesamaan dua matriks:
y − 4 = 1
y = 5
x + y − 2 = 7
x + 5 − 2 = 7
x + 3 = 7
x = 4
x . y = (4)(5) = 20
14. Jika
![]()
maka x + y =….
A. − 15/4
B. − 9/4
C. 9/4
D. 15/4
E. 21/4
Jawaban :
Masih tentang kesamaan dua buah matriks ditambah tentang materi bentuk pangkat, mulai dari persamaan yang lebih mudah dulu:
3x − 2 = 7
3x = 7 + 2
3x = 9
x = 3
4x + 2y = 8
22(x + 2y) = 23
22x + 4y = 23
2x + 4y = 3
2(3) + 4y = 3
4y = 3 − 6
4y = − 3
y = − 3/4
Sehingga:
x + y = 3 + (− 3/4) = 2 1/4 = 9/4
15. Tentukan invers dari matriks 
Jawaban :
Pembahasan :

16. Tahukah anda, mengapa suatu bentuk tertentu dikatakan sebagai matriks, apa yang bisa menjelaskan jika bentuk tersebut adalah sebuah matrik?
Jawaban :
Karena, jika bentuk tersebut terdiri dari baris, kolom, maupun keduanya yang membentuk persegi atau persegi panjang dengan ordo nxn

17. Diketahui matriks

Jika matriks A = transpose matriks B, maka nilai a + b + c + d = . . .
Jawaban :

18. Diketahui suatu matriks

Lakukan operasi pada ketiga matriks tersebut, buktikan apa penambahan dan pengurangan matriks tersebut memiliki sifat assosiatif, (A + B)+ C = A + (B +C) dan (A – B) – C = A – (B – C)….?
Jawaban :

19. Diketahui matriks

nilai a dan b yang memenuhi A + 3B = C berturut-turut adalah…
Jawaban :

20. Jika

maka ((A+B)(A-B)) –( (A-B)(A+B)) = . . .
Jawaban :

Harry Ramadhani
XI IPS 3
16
http://andi-lestianto.blogspot.com/2017/08/pengertian-dan-contoh-matriks-jenis.html
https://soalkimia.com/contoh-soal-matriks-determinan-dan-invers/

Komentar
Posting Komentar